blog berisi artikel tentang pengetahuan,trendy dan inspiratif

test

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

My Blog List

Popular Posts

Wednesday, March 2, 2022

Laporan Keuangan

 

Laporan Keuangan


HALAMAN JUDUL .......................................................................................              

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................

1.1.  Latar Belakang......................................................................................................

1.2.  Perumusan Masalah............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................

2.1.  Pengertian Laporan Keuangan

2.2.  Tujuan Laporan Keuangan menurut Standar Akuntansi Indonesia................

2.3.  Penyusunan Kerangka Konseptual untuk Akuntansi Keuangan.....................

2.4.  Tujuan Laporan keuangan untuk entitas mencari laba....................................

2.5.  Tujuan Laporan Keuangan untuk entistas tidak mencari laba........................

 

KESIMPULAN & SARAN................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar belakang

Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang akan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Baik buruknya suatu keputusan yang dambil sangat ditentukan oleh mutu dari informasi yang digunakan. Laporan keuangan juga berisi pertanggungjawaban manajemen atas sumberdaya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan bersifat sangat penting bagi pata pemakainya meliputi para investor dan calon investor, kreditor, pemasok, pelanggan, pemerintah dan lembaga lainnya, karyawan serta msyarakat.

Darminto dan Julianty (2008) menyatakan bahwa para pemakai laporan keuangan menggunakan laporan keuangan dengan kebutuhan yang berbeda seperti para investor berkepentingan terhadap risiko yang melekat dan hasil pengembangan investasi yang dilakukannya, para pemasok dan kreditor usaha lainnya membutuhkan informasi untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo, shareholders membutuhkan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan dan rencana bisnis selanjutnya, para pelanggan membutuhkan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau bergantung pada perusahaan, pemerintah membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya, karyawan membutuhkan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan serta kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pension dan kesempatan kerja, laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan pelaporan serta penganalisisan hasilnya. Hasil akhir dati proses akuntansi adalah laporan keuangan. Kegiatan akuntansi tidak hanya berhenti sampai pelaporan, melainkan termasuk juga penganalisisan laporan keuangan. Analisis laporan keuangan digunakan untuk membantu mengatasi kesenjangan yang timbul karena laporan keuangan yang bersifat historis dengan cara mengolah kembali laporan keuangan, sehingga dapat membantu para pengambil keputusan melakukan prediksi-prediksi (Darmianto dan Julianty: 2008).

Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi leh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradabtasi dengan perubahan lingkungan. Informasi kinerja perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya, informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode pelaporan. Selain itu, informasi ini juga berguna untuk menilai kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan arus kas tersebut.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca (menggambarkan informasi posisi keuangan), laporan laba rugi (menggambarkan informasi kinerja), kaporan perubahan posisi kas (yang dapat disajikan dalam berbagai cara), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Laporan kauangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi apabila dengan informasi dari laporan keauangan tersebut dapat diprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses pambandingan, evaluasi dan analisis trend, akan diperoleh prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang. Hasil analisis laporan keuangan akan mampu membantu menginterpretasikan berbagai hubungan kunci dan kecenderungan yang dapat memberikan dasar pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan di masa mendatang.

 

1.2.   Rumusan masalah

·         Apa itu Laporan Keuangan?

·         Apa Tujuan Laporan Keuangan menurut standart akuntansi indonesia?

·         Bagaimana penyusunan Kerangka Konseptual dalam Laporan keuangan?

·         Apa Tujuan Laporan keuangan bagi entitas/perusahaaan yang mencari laba?

·         Apa Tujuan Laporan Keuangan bagi entitas /Perusahaan yang tidak mencari Laba?


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.   Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan diartikan sebagai pencatatan dan pelaporan uang serta transaksi yang terjadi pada bisnis yang dijalankan yang biasanya dibuat pada periode tertentu menyesuaikan kebutuhan dan kebijakan perusahaan.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 Ikatan Akuntan Indonesia (Revisi 2009) mendefinisikan laporan keuangan sebagai penyajian kinerja keuangan yang terstruktur dari perusahaan atau entitas usaha. Pembuatan laporan keuangan bertujuan memberikan informasi kinerja dari pihak yang melaporkan, sehingga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat keputusan.

                        Mengutip jurnal "Ruang Lingkup Analisis Laporan Keuangan" oleh Evita Puspitasari, pada akhir periode pelaporan keuangan, perusahaan diwajibkan menyiapkan laporan keuangan yang menginformasikan semua aktivitas bisnis yang dilakukan, baik kegiatan investasi dan pendanaan, maupun kegiatan operasional di periode tertentu. Dalam laporan tersebut, kegiatan investasi dan pendanaan dilaporkan oleh perusahaan dalam neraca (balance sheet) dan laporan perubahan modal (statement of owner equity). Sedangkan, kegiatan operasional dilaporkan dalam laporan laba rugi (loss and income statement).

Untuk melengkapi ketiga laporan tersebut, perusahaan juga perlu menyusun laporan arus kas yang berisi informasi terkait kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan dengan menggunakan basis kas.

2.2.   Tujuan Laporan Keungan menurut Standar Akuntansi Indonesia

Menurut PAI

Tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1984 dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan tujuan kualitatif.

A.      Tujuan umum laporan keuangan

1.      Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.

2.      Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha dalam tangka memperoleh laba.

3.      Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4.      Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban.

5.      Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.

 

Di dalam menyusun prinsip akuntansi, digunakan asumsi-asumsi dan konsep-konsep dasar tertentu. Asumsi dasar ini merupakan aspek dari lingkungan dimana akuntansi itu dilaksanakan. Sedangkan konsep-konsep dasar merupakan pedoman dalam menuyusun prinsip akuntansi.

Ada beberapa asumsi dasar yang mendasari struktur akuntansi, yaitu :

Ø  kesatuan usaha khusus (separate entity/economic entity).

Ø  kontinuitas usaha (going concern/continuity).

Ø  pengunaan unit moneter dalam pencatatan (monetary unit/unit of measure).

Ø  tepat waktu (time-period/periodicity).

Konsep dasar yang mendasari penyusunan prinsip akuntansi adalah

Ø  biaya historis (historical cost principle)

Ø  prinsip mempertemukan (matching principle).

Ø  prinsip konsistensi (consistency principles).

Ø  prinsip lengkap (full disclosure).       

Laporan keuangan yang dihasilkan mempunyai beberapa keterbatasan yaitu

Ø  cukup berarti(materiality).

Ø  Konservatif

Ø  sifat-sifat khusus dari suatu industri.

B.      Tujuan Kuantitatif Laporan Keuangan

Informasi keuangan yang disajikan akan bermanfaat tentunya bila memenuhi beberapa kriteria atau standar. Berikut ini beberapa kriteria kualitas informasi keuangan:

  1. Relevan (Relevances)

Relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Bila informasi tidak relevan untuk keperluan para pengambilan suatu keputusan, maka informasi demikian tidak ada gunanya, betatapun kualitas lainnya terpenuhi. Oleh karena itu sehubungan dengan relevansi informasi tadi maka perlu dipilih metode pelaporan akuntansi keuangan yang tepat,

  1. Dapat diuji (Understandability)

Pengukuran tidak dapat sepenuhnya lepas dari pertimbangan dan pendapat yang subjektif. Hal ini berhubungan dengan keterlibatan manusia dalam proses pengukuran dan penyajian informasi, sehingga proses pengukuran itu tidak lagi berlandaskan realitas objektif semata. Dengan demikian untuk meningkatkan manfaatnya informasi keuangan harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.

  1. Dapat dimengerti (Verifiability)

Informasi yang disajikan harus dapat dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk yang disesuaikan dengan pengertian para pemakai. Dalam hal ini pihak pemakai informasi juga diharapkan adanya pengertian atau pengetahuan mengenai aktivitas ekonomi perusahaan, proses akuntansi keuangan serta istilahistilah teknis yang digunakan dalam laporan keuangan

  1. Netral (neutrality)

Artinya laporan keuangan atau informasi keuangan itu diarahkan pada kepentingan umum dan tidak bergantung kepada kebutuhan pihak tertentu.

  1. Tepat waktu (Timeliness)

Informasi hendaknya diberikan sedini mungkin agar dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.

  1. Daya banding (comparability)

Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya dari perusahaan yang sama maupun dengan laporan keuangan perusahaan sejenis pada periode yang sama.

  1. Lengkap (Completeness)

Informasi keuangan lengkap bila memenuhi enam tujuan kualitatif di atas dan dapat memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan. Standar itu menghendaki pengungkapan seluruh fakta keuangan yang penting dan penyajian fakta secara jelas agar tidak menyesatkan pemakainya.

 

 

Menurut Pendapat SAK

Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Tujuan Laporan Keuangan menurut SAK No. 1, sebagai berikut

-        Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

-        Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.

-        Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi, misalnya keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka pada perusahaan tersebut.

Menurut A STATEMENT OF BASIC ACCOUNTING THEORY (ASOBAT)

-        Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan

-        Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber daya manusia dan faktor produksi lainya.

-        Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap kekayaan.

-        Membantu Fungsi dan pengawasan social.   

Menurut ACCOUNTING PRINCIPLE BOARD, Ada 2 tujuan Laporan Keuangan yaitu :

f.        Tujuan Khusus

Untuk menyajikan laporan posisi keuangan, Hasil usaha, dan Perubahan posisi keuangan lainya secara wajar sesuai dengan GAAP

g.      Tujuan Umum

Memberikan Informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan. Dengan maksud sebagai berikut :

-        Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan

-        Untuk menunjukan posisi keuangan dan investasinya

-        Untuk menilai kemampuannya untuk menilai kemampuan untuk menyelesaikan utang-utangnya

-        Menunjukan kemampuan sumber-sumber kekayaannya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan

Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan maksud :

a.      Memberikan gambaran tentang dividen yang diharapkan pemegang saham

b.      Menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada kreditor, supplier, pegawai, pajak, mengumpulkan dana untuk perluasan perusahaan.

c.       Memberikan informasi kepada manjemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengawasan.

d.      Menunjukan tingkat kemampuan perusahaan mendapatkan laba dalam jangka panjang.

Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

Memberikan informasi yang diperlukan lainya tentang perubahan harta dan kewajiban.

Mengungkapkan informasi relevan lainya yang dibutuhkan para pemakai laporan

2.3.   Penyusunan Kerangka Konseptual untuk Akuntansi Keuangan



Kerangka acuan konseptual konseptual ini merupakan suatu kerangka dasar untuk dengan tujuan menghasilkan petunjuk-petunjuk atau acuan-acuan terkait dengan pembuatan pelaporan keuangan terutama dalam pembuatan standar akuntansi aksi yang berlaku umum,Di Indonesia kerangka acuan konseptual ini pada PSAK namanya adalah KDPPLK atau Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian Laporan Keuangan

Tujuan utama dari kerangka acuan konseptual adalah bagaimana caranya membentuk suatu aturan dan panduan terkait dengan tata cara ataupun standar-standar yang kita gunakan untuk membuat laporan dan pelaporan keuangan sehingga kerangka acuan konseptual ini dibutuhkan oleh yang pertama adalah pembuat aturan atau pembuat standar atau regulator

Regulator harus membuat suatu standar yang terkait dengan konsep pembuatan pelaporan keuangan dan organisasi yang membuat standarnya adalah IASB International accounting standards board dan di Indonesia yang membuat Standar adalah IAI atau Ikatan Akuntan Indonesia tepatnya di dewan standar akuntansi keuangan

Kerangka acuan konseptual ini digunakan sebagai panduan bagaimana cara membuat standar akuntansi keuangan yang berlaku umum sehingga tujuan utamanya bisa tercapai yaitu menyediakan informasi bagi para stakeholder atau pengambil keputusan ataupun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi, Sehingga nanti standar yang dihasilkan menjadi standar yang konsisten yang baik dan bermanfaat bagi berbagai pihak.

Kerangka Acuan Konseptual Ini Dibagi Menjadi Bagian

1.      Level pertama yaitu tujuan laporan keuangan ini adalah untuk menjawab pertanyaan kenapa kita menggunakan akuntansi dan mengembangkan akuntansi dan mempraktekkan akuntansi tersendiri yaitu untuk menyajikan informasi mengenai perusahaan atau entitas atau unit bisnis yang bermanfaat bagi penyandang dana atau penyedia dana atau investor baik yang sudah ada maupun yang potensial atau calon investor kepada lenders atau biasanya orang yang menyediakan dana tapi tidak orang yang meminjamkan dana dan juga kreditor

2.      Level kedua adalah karakteristik informasi akuntansi atau karakteristik kualitas informasi akuntansi yang harus dipenuhi oleh pembuat laporan keuangan dan pelaporan keuangan di antaranya adalah kualitas fundamental dan kualitas tambahan dan elemen laporan keuangan yang terdiri dari aset liabilitas ekuitas pendapatan dan beban.

3.      Level ketiga : Konsep pengakuan (recognation), pengukuran (measurement) , dan pengungkapan (disclosure)

2.4.   Tujuan Laporan Keuangan untuk Lembaga yang Mencari Laba

1.      Memberikan informasi yang berguna untuk investor, kreditur, dan pemakai lainnya

2.      memberikan informasi untuk membantu investor atau calon kreditur dan pemakai lainya untuk menilai jumlah, waktu dan prospek penerimaan kas

3.      memberikan informasi tentang sumber ekonomi perusahaan, klaim terhadap kekayaan

4.      Memberikan informasi tentang prestasi keuangan perusahaan selama satu periode

5.      Memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan kas, peminjaman dan pengembalaiannya

6.      memberikan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan nya kepada pemilik atas penggunaan sumber kekayaan yang dipercayakan kepadanya.

7.      Memberikan informasi yang berguna bagi manajer dan direksi dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan pemilik perusahaan.

 

2.5.   Tujuan Laporan Keuangan untuk Lembaga yang Bukan Mencari Laba

1.      Dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam mengambil keputusan mengenaialokasi sumber kekayaan.

2.      Berguna untuk menilai jasa dan kemampuan lembaga dalam memberikan jasa

3.      Berguna untuk menilai bagaimana manajemen meminjam dan bagaimana menilai investasinya.

4.      Dapat memberikan informasi terhadap sumber kekayaan, kewajiban, kekayaan bersih, dan perubahannya.

5.      Dapat menyajikan prestasi lembaga.

6.      Dapat menyajikan kemampuan lembaga membayar kewajiban jangka pendeknya.

7.      Memuat penjelasan dan penafsiran manajemen sehingga para pemakai laporan keuangan dapat memohon informasi yang diberikan.

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Laporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan dari perusahaan. Laporan keuangan yang merupakan hasil dari kegiatan operasi normal perusahaan akan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi entitas-entitas di dalam perusahaan itu sendiri maupun entitas-entitas lain di luar perusahaan oleh karena itu untuk  mengetahui Kinerja laporan keuangan tersebut kita memerlukan suatu analisis, analisis-analisis ini lah yang harus dipahami oleh kita baik sebagai manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan ataupun sebagai investor jika kita ingin menginvestasikan harta kita terhadap suatu perusahaan.

Definisi dan Tujuan Penyusunan Kerangka Konseptual untuk Akuntansi Keuangan

“Suatu  system  yang  koheren  tentang  tujuan  dan  konsep  dasar  yg  sailing  berkaitan  ,  yg  diharapkan  dpt menghasilkan  standar  - standar  yg  konsisten  dan  memberi  pedoman  tentang  jenis,  fungsi  ,  dan  keterbatasan  akuntansi  keuangan dan pelaporan” (sumber : FASB 1978).

IAI pada bulan September 1984 memutuskan untuk mengadopsi kerangka konseptual yang disusun oleh IASC sebagai dasar penyusunan dan penyajian informasi keuangan di Indonesia.

Tujuan : “Merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan

SARAN

Dalam penyusunan makalah ini, saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu ditambah dan diperbaiki. Untuk itu saya mengharapkan inspirasi dari para pembaca dalam hal membantu menyempurkan makalah ini. Untuk terakhir kalinya saya berharap agar dengan hadirnya makalah ini akan memberikan sebuah perubahan khususnya dunia pendidikan.

 

 

Daftar pustaka

 

MAKALAH LAPORAN KEUANGAN Oleh : RANI RAHMAN ADY KAMPA

TEORI AKUNTANSI (TUJUAN LAPORAN KEUANGAN) | Faisal Assasin

Makalah Laporan Keuangan Lengkap - Edukasi (edudetik.com)

FEB.167712: Kerangka Konseptual Laporan Keuangan (uhamka.ac.id)

 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot

welcome to my world